[{"data":1,"prerenderedAt":466},["ShallowReactive",2],{"$f7_OCeAbV1q1t2MglBTMQMOfc12DfZ7oM8QCXwvS79ws":3,"wisata":319},[4,17,26,35,44,53,65,74,83,91,100,113,122,131,140,149,158,167,175,184,197,206,215,224,232,241,249,258,270,278,287,299,309],{"id":5,"url":6,"iconType":7,"category":8,"title":11,"desc":14},"s1","\u002Fsejarah","landmark",{"id":9,"en":10},"Sejarah","History",{"id":12,"en":13},"Prasasti Canggal","Canggal Inscription",{"id":15,"en":16},"Titik nol sejarah tertulis Yogyakarta — deklarasi peradaban kepada kekekalan (732 M).","Yogyakarta's written history point zero — a civilization's declaration to eternity (732 AD).",{"id":18,"url":6,"iconType":7,"category":19,"title":20,"desc":23},"s2",{"id":9,"en":10},{"id":21,"en":22},"Perang Diponegoro","Java War",{"id":24,"en":25},"Perlawanan gerilya lima tahun yang menguras kas Hindia Belanda hingga 20 juta Gulden.","Five years of guerrilla resistance that drained 20 million guilders from the Dutch East Indies treasury.",{"id":27,"url":6,"iconType":7,"category":28,"title":29,"desc":32},"s3",{"id":9,"en":10},{"id":30,"en":31},"Serangan Umum 1 Maret","March 1st General Attack",{"id":33,"en":34},"Enam jam yang membuktikan kepada PBB bahwa Republik Indonesia belum mati.","Six hours proving to the UN that the Republic of Indonesia was not dead.",{"id":36,"url":6,"iconType":7,"category":37,"title":38,"desc":41},"s4",{"id":9,"en":10},{"id":39,"en":40},"Kongres Boedi Oetomo","Boedi Oetomo Congress",{"id":42,"en":43},"Kongres pertama organisasi modern Indonesia digelar di Yogyakarta, Oktober 1908.","The first congress of Indonesia's first modern organization held in Yogyakarta, October 1908.",{"id":45,"url":6,"iconType":7,"category":46,"title":47,"desc":50},"s5",{"id":9,"en":10},{"id":48,"en":49},"Berdirinya UGM","UGM Founded",{"id":51,"en":52},"Universitas negeri pertama Indonesia didirikan di Yogyakarta, Desember 1949.","Indonesia's first national university founded in Yogyakarta, December 1949.",{"id":54,"url":55,"iconType":7,"category":56,"title":59,"desc":62},"b1","\u002Fbudaya",{"id":57,"en":58},"Budaya","Culture",{"id":60,"en":61},"Wayang Kulit Purwa","Purwa Shadow Puppets",{"id":63,"en":64},"Seni pertunjukan delapan jam semalam suntuk dengan dalang sebagai sutradara 200 karakter.","Eight-hour all-night performance art with the Dalang directing 200 characters.",{"id":66,"url":55,"iconType":7,"category":67,"title":68,"desc":71},"b2",{"id":57,"en":58},{"id":69,"en":70},"Batik Kraton","Kraton Batik",{"id":72,"en":73},"Motif larangan seperti Parang Rusak dan sistem kosmologi Jawa yang diukir di kain.","Forbidden motifs like Parang Rusak and Javanese cosmology carved into cloth.",{"id":75,"url":55,"iconType":7,"category":76,"title":77,"desc":80},"b3",{"id":57,"en":58},{"id":78,"en":79},"Gamelan Keraton","Keraton Gamelan",{"id":81,"en":82},"Demokrasi suara berusia sepuluh abad: Kyai Gunturmadu berbunyi hanya sekali setahun.","Ten-century democracy of sound: Kyai Gunturmadu plays only once a year.",{"id":84,"url":55,"iconType":7,"category":85,"title":86,"desc":88},"b4",{"id":57,"en":58},{"id":87,"en":87},"ArtJog",{"id":89,"en":90},"Festival seni kontemporer internasional tahunan dari komunitas seniman Yogyakarta.","Annual international contemporary art festival from Yogyakarta's artist community.",{"id":92,"url":55,"iconType":7,"category":93,"title":94,"desc":97},"b5",{"id":57,"en":58},{"id":95,"en":96},"Biennale Jogja","Jogja Biennial",{"id":98,"en":99},"Biennale tertua di Indonesia sejak 1988, diakui kurator seni internasional.","Indonesia's oldest biennial since 1988, recognized by international art curators.",{"id":101,"url":102,"iconType":103,"category":104,"title":107,"desc":110},"k1","\u002Fkuliner","utensils",{"id":105,"en":106},"Kuliner","Culinary",{"id":108,"en":109},"Gudeg Kraton","Kraton Gudeg",{"id":111,"en":112},"Nangka muda direbus dua belas jam di atas bara. Resep abdi dalem tidak berubah sejak 1755.","Young jackfruit slow-cooked twelve hours over embers. A royal palace recipe unchanged since 1755.",{"id":114,"url":102,"iconType":103,"category":115,"title":116,"desc":119},"k2",{"id":105,"en":106},{"id":117,"en":118},"Oseng Mercon","Firecracker Stir-Fry",{"id":120,"en":121},"Kikil sapi ditumis dengan dua genggam cabai rawit. Pedasnya membuka lapisan rasa tersembunyi.","Beef tendon stir-fried with two fistfuls of bird's-eye chili. Heat that unlocks hidden flavors.",{"id":123,"url":102,"iconType":103,"category":124,"title":125,"desc":128},"k3",{"id":105,"en":106},{"id":126,"en":127},"Sate Klathak","Klathak Satay",{"id":129,"en":130},"Daging kambing di atas jeruji sepeda besi. Hanya garam. Kepercayaan pada bahan baku.","Mutton on iron bicycle spokes. Only salt. Total confidence in the raw ingredient.",{"id":132,"url":102,"iconType":103,"category":133,"title":134,"desc":137},"k4",{"id":105,"en":106},{"id":135,"en":136},"Bakmi Jawa Arang","Javanese Charcoal Noodles",{"id":138,"en":139},"Satu porsi, satu wajan, satu arang. Buka setelah pukul delapan malam. Tutup saat bumbu habis.","One portion, one wok, one coal. Opens after eight in the evening. Closes when the spices run out.",{"id":141,"url":102,"iconType":103,"category":142,"title":143,"desc":146},"k5",{"id":105,"en":106},{"id":144,"en":145},"Nasi Kucing Angkringan","Angkringan Night Cart",{"id":147,"en":148},"Nasi sebesar kepalan tangan, seribu rupiah. Bangku panjang yang menyamakan semua orang.","Rice the size of a fist, seven cents. A long bench where everyone is equal.",{"id":150,"url":102,"iconType":103,"category":151,"title":152,"desc":155},"k6",{"id":105,"en":106},{"id":153,"en":154},"Jadah Tempe Mbah Carik","Mbah Carik's Jadah Tempe",{"id":156,"en":157},"Ketan bakar di kaki Merapi, 700 meter dpl. Empat dekade resep yang tidak berubah.","Grilled glutinous rice at Merapi's foothills, 700m elevation. Four decades, one unchanged recipe.",{"id":159,"url":102,"iconType":103,"category":160,"title":161,"desc":164},"k7",{"id":105,"en":106},{"id":162,"en":163},"Mie Lethek","Lethek Noodles",{"id":165,"en":166},"Mie singkong dari Bantul, digiling mesin enam puluh tahun. 'Lethek' berarti tidak ada yang disembunyikan.","Cassava noodles from Bantul, rolled through a sixty-year-old machine. 'Lethek' means nothing is hidden.",{"id":168,"url":102,"iconType":103,"category":169,"title":170,"desc":172},"k8",{"id":105,"en":106},{"id":171,"en":171},"Soto Kadipiro",{"id":173,"en":174},"Berdiri 1921. Kaldu bening ayam kampung semalam tanpa MSG. Seratus tahun tanpa mengubah resep.","Established 1921. Clear free-range chicken broth, overnight, no MSG. A century without changing the recipe.",{"id":176,"url":102,"iconType":103,"category":177,"title":178,"desc":181},"k9",{"id":105,"en":106},{"id":179,"en":180},"Tiwul Gunungkidul","Gunungkidul Tiwul",{"id":182,"en":183},"Tepung singkong kukus dari tanah berbatu. Bukan makanan kemiskinan — kecerdasan adaptasi manusia.","Steamed cassava flour from rocky land. Not poverty food — the intelligent adaptation of a people.",{"id":185,"url":186,"iconType":187,"category":188,"title":191,"desc":194},"w1","\u002Fwisata","mappin",{"id":189,"en":190},"Wisata","Tourism",{"id":192,"en":193},"Candi Prambanan","Prambanan Temple",{"id":195,"en":196},"Tiga menara 47 meter tanpa semen. Dibangun 856 M, masih berdiri lebih dari seribu tahun kemudian.","Three 47-meter towers built without cement in 856 AD, still standing over a thousand years later.",{"id":198,"url":186,"iconType":187,"category":199,"title":200,"desc":203},"w2",{"id":189,"en":190},{"id":201,"en":202},"Jalan Malioboro","Malioboro Street",{"id":204,"en":205},"Garis kosmologis dua kilometer yang menghubungkan api Merapi ke selatan laut.","A two-kilometer cosmological line connecting Merapi's fire to the southern sea.",{"id":207,"url":186,"iconType":187,"category":208,"title":209,"desc":212},"w3",{"id":189,"en":190},{"id":210,"en":211},"Gunung Merapi","Mount Merapi",{"id":213,"en":214},"Stratovolcano paling aktif Indonesia. Bagi warga Jogja, bukan ancaman — melainkan leluhur.","Indonesia's most active stratovolcano. For Yogyanese, not a threat — but an ancestor.",{"id":216,"url":186,"iconType":187,"category":217,"title":218,"desc":221},"w4",{"id":189,"en":190},{"id":219,"en":220},"Kawasan Kaliurang","Kaliurang Area",{"id":222,"en":223},"Resor pegunungan bersejarah di lereng selatan Merapi. Titik start pendakian dan sarapan jadah tempe.","Historic mountain resort on Merapi's southern slopes. Starting point for hikes and jadah tempe breakfast.",{"id":225,"url":186,"iconType":187,"category":226,"title":227,"desc":229},"w5",{"id":189,"en":190},{"id":228,"en":228},"Kotagede Heritage District",{"id":230,"en":231},"Makam Panembahan Senopati, Masjid Mataram 1640, dan pengrajin perak empat generasi di gang sempit.","Tomb of Panembahan Senopati, 1640 Mataram Mosque, and four-generation silver craftsmen in narrow lanes.",{"id":233,"url":186,"iconType":187,"category":234,"title":235,"desc":238},"w6",{"id":189,"en":190},{"id":236,"en":237},"Museum Ullen Sentalu","Ullen Sentalu Museum",{"id":239,"en":240},"Museum terbaik di Jawa. Menyimpan sejarah perempuan bangsawan Mataram yang tidak masuk buku sejarah.","Java's finest museum. Holding the history of Mataram royal women who never made it into history books.",{"id":242,"url":186,"iconType":187,"category":243,"title":244,"desc":246},"w7",{"id":189,"en":190},{"id":245,"en":245},"Tebing Breksi",{"id":247,"en":248},"Tebing tambang yang berubah menjadi panggung. Relief mitologi Jawa dipahat seniman lokal 2015–2020.","A quarry cliff transformed into a stage. Javanese mythological reliefs carved by local artists 2015–2020.",{"id":250,"url":186,"iconType":187,"category":251,"title":252,"desc":255},"w8",{"id":189,"en":190},{"id":253,"en":254},"Pasar Beringharjo","Beringharjo Market",{"id":256,"en":257},"Pasar sejak Mataram pertama berdiri. Bukan objek wisata — ini kota yang sedang bekerja.","A market since Mataram was first built. Not a tourist attraction — this is a city at work.",{"id":259,"url":260,"iconType":261,"category":262,"title":265,"desc":267},"t1","\u002Fteknologi","monitor",{"id":263,"en":264},"Teknologi","Technology",{"id":266,"en":266},"Silicon Wali",{"id":268,"en":269},"300+ startup aktif di koridor Ringroad Utara. Efisiensi modal yang tidak bisa ditandingi Jakarta.","300+ active startups along the North Ringroad corridor. Capital efficiency Jakarta cannot match.",{"id":271,"url":260,"iconType":261,"category":272,"title":273,"desc":275},"t2",{"id":263,"en":264},{"id":274,"en":274},"Jogja Smart Province",{"id":276,"en":277},"200+ layanan publik digital, sensor IoT mitigasi Merapi, dan tata kelola data presisi.","200+ digitized public services, Merapi IoT mitigation sensors, and precision data governance.",{"id":279,"url":260,"iconType":261,"category":280,"title":281,"desc":284},"t3",{"id":263,"en":264},{"id":282,"en":283},"Digitalisasi UMKM Jogja","Jogja SME Digitalization",{"id":285,"en":286},"60% UMKM Yogyakarta kini di platform digital. Pengrajin Kotagede menjual ke Eropa dari ponsel.","60% of Yogyakarta SMEs now on digital platforms. Kotagede craftsmen selling to Europe from their phones.",{"id":288,"url":289,"iconType":7,"category":290,"title":293,"desc":296},"p1","\u002Fpendidikan",{"id":291,"en":292},"Pendidikan","Education",{"id":294,"en":295},"Kota Pelajar","City of Students",{"id":297,"en":298},"21 perguruan tinggi, puluhan ribu lulusan STEM per tahun, 24\u002F7 ritme akademik dan komunitas.","21 universities, tens of thousands of STEM graduates per year, 24\u002F7 academic and community rhythm.",{"id":300,"url":301,"iconType":7,"category":302,"title":303,"desc":306},"p2","\u002Fpendidikan#universities",{"id":291,"en":292},{"id":304,"en":305},"Universitas di Yogyakarta","Universities in Yogyakarta",{"id":307,"en":308},"UGM (top 300 dunia), UNY, UII, UMY, Sanata Dharma, dan Atma Jaya Yogyakarta.","UGM (world top 300), UNY, UII, UMY, Sanata Dharma, and Atma Jaya Yogyakarta.",{"id":310,"url":311,"iconType":187,"category":312,"title":313,"desc":316},"p3","\u002Fpendidikan#study-spots",{"id":291,"en":292},{"id":314,"en":315},"Tempat Belajar Terbaik","Top Study Spots",{"id":317,"en":318},"Rambat Coffee, Grhatama Pustaka, Internet Learning Cafe, dan Ruang JAKA — fokus tanpa kompromi.","Rambat Coffee, Grhatama Pustaka, Internet Learning Cafe, and Ruang JAKA — focus without compromise.",[320,333,347,359,371,382,395,407,419,431,444,455],{"id":321,"area":322,"lat":323,"lng":324,"title":192,"desc":325,"hours":328,"price":329,"transport":330,"mapUrl":331,"image":332},"prambanan","Sleman",-7.752,110.4915,{"id":326,"en":327},"Tiga menara setinggi 47 meter berdiri seperti tanda seru di langit. Dibangun tanpa semen — hanya gravitasi dan perhitungan yang kita belum sepenuhnya pahami — Prambanan masih berdiri lebih dari seribu tahun kemudian. Datanglah saat matahari terbenam: bayangan panjang menggambar kembali siluet yang sama persis seperti pada tahun 856 Masehi.","Three towers standing 47 meters high like exclamation marks against the sky. Built without cement — only gravity and calculations we still do not fully understand — Prambanan stands more than a thousand years later. Come at sunset: long shadows redraw the exact same silhouette as in 856 AD.","06.00 – 17.00 WIB","Rp 75.000","Trans Jogja Jalur 1A dari Malioboro (±45 menit)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.489,-7.753,110.493,-7.749&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fprambanan.jpg",{"id":334,"area":335,"lat":336,"lng":337,"title":338,"desc":339,"hours":342,"price":343,"transport":344,"mapUrl":345,"image":346},"keraton","Kota Yogyakarta",-7.8053,110.3642,"Keraton Ngayogyakarta",{"id":340,"en":341},"Satu-satunya istana aktif di Indonesia yang masih menjadi pusat pemerintahan resmi. Bukan museum — Sultan masih tinggal di sini, upacara masih dilaksanakan, dan abdi dalem masih berjalan dalam formasi yang sama sejak 1755. Kunjungan ke Keraton bukan wisata sejarah. Ini adalah bukti bahwa beberapa tradisi bertahan karena mereka memang layak untuk bertahan.","The only active palace in Indonesia that still functions as an official seat of government. Not a museum — the Sultan still resides here, ceremonies are still performed, and palace servants still walk in the same formation as in 1755. A visit to the Keraton is not a history tour. It is proof that some traditions endure because they genuinely deserve to.","08.30 – 14.30 WIB (Senin–Minggu, tutup hari besar tertentu)","Rp 15.000","Berjalan kaki dari Malioboro (10 menit selatan)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.361,-7.807,110.365,-7.804&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fkeraton.jpg",{"id":348,"area":335,"lat":349,"lng":350,"title":201,"desc":351,"hours":354,"price":355,"transport":356,"mapUrl":357,"image":358},"malioboro",-7.7927,110.3657,{"id":352,"en":353},"Dua kilometer yang menyimpan semuanya: batik dari maestro pedalaman, pedagang kaki lima yang sudah dua generasi, dan di ujung utaranya, Tugu yang mengingatkan bahwa jalan ini bukan hanya pasar — melainkan garis kosmologis yang menghubungkan api gunung berapi ke selatan laut. Berjalanlah pelan. Ini bukan jalan yang terburu-buru.","Two kilometers containing everything: batik from inland masters, two-generation street vendors, and at its northern end, the Tugu Monument reminding you this is not merely a market street — but a cosmological line connecting volcanic fire to southern sea. Walk slowly. This is not a street in a hurry.","24 Jam","Gratis","Stasiun Tugu berjarak 300 meter \u002F Trans Jogja 1A, 2A, 3A","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.364,-7.794,110.367,-7.791&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fmalioboro.jpg",{"id":360,"area":335,"lat":361,"lng":362,"title":363,"desc":364,"hours":367,"price":343,"transport":368,"mapUrl":369,"image":370},"tamansari",-7.81,110.3585,"Taman Sari",{"id":365,"en":366},"Istana air yang dirancang sekaligus sebagai tempat rekreasi, meditasi, dan benteng pertahanan. Terowongan bawah tanah yang menghubungkan ke Keraton masih bisa dijelajahi. Taman Sari bukan reruntuhan — ia adalah labirin yang masih menyimpan rahasia, dan setiap sudutnya menceritakan tentang Sultan yang merancang kehidupan pribadi dengan teliti seperti ia merancang politik.","A water palace designed simultaneously as a recreation space, meditation retreat, and defensive fortress. Underground tunnels connecting to the Keraton can still be explored. Taman Sari is not ruins — it is a labyrinth still holding secrets, every corner telling of a Sultan who designed his private life as carefully as he designed his politics.","09.00 – 15.00 WIB","Becak atau berjalan kaki dari Alun-Alun Selatan (10 menit)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.357,-7.811,110.361,-7.808&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Ftamansari.jpg",{"id":372,"area":322,"lat":373,"lng":374,"title":219,"desc":375,"hours":354,"price":378,"transport":379,"mapUrl":380,"image":381},"kaliurang",-7.5956,110.4253,{"id":376,"en":377},"Resor pegunungan bersejarah di lereng selatan Merapi — tempat perundingan Komisi Tiga Negara di masa revolusi. Hari ini, Kaliurang adalah titik start pendakian Merapi, rumah bagi Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris, dan kawasan yang cukup tinggi untuk merasakan perbedaan suhu yang signifikan dari pusat kota Jogja di bawahnya.","A historic mountain resort on Merapi's southern slopes — site of the Three Nations Commission negotiations during the revolution. Today, Kaliurang is the starting point for Merapi hikes, home of the legendary Jadah Tempe Mbah Carik, and high enough to feel a significant temperature difference from Yogyakarta city below.","Rp 5.000 (Retribusi Kawasan)","Bus DAMRI \u002F Jeep Wisata dari Jogja (±45 menit)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.42,-7.6,110.43,-7.59&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fkaliurang.jpg",{"id":383,"area":322,"lat":384,"lng":385,"title":386,"desc":387,"hours":390,"price":391,"transport":392,"mapUrl":393,"image":394},"sambisari",-7.762,110.4468,"Candi Sambisari",{"id":388,"en":389},"Candi Hindu abad ke-9 yang terkubur lahar dingin Merapi sedalam 6,5 meter selama berabad-abad, baru ditemukan kembali tahun 1966 oleh seorang petani yang sedang mencangkul. Sambisari kini berada di bawah permukaan tanah — Anda menuruni tangga untuk mencapainya. Sensasi memasuki candi ini tidak bisa disimulasikan: seperti menemukan sesuatu yang seharusnya hilang.","A 9th-century Hindu temple buried under 6.5 meters of Merapi cold lava for centuries, rediscovered in 1966 by a farmer hoeing his field. Sambisari now sits below ground level — you descend a staircase to reach it. The sensation of entering cannot be simulated: it feels like finding something that should have been lost.","07.00 – 17.00 WIB","Rp 10.000","10 menit dari Bandara Adisutjipto \u002F Jl. Candi Sambisari","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.445,-7.763,110.448,-7.761&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fsambisari.jpg",{"id":396,"area":322,"lat":397,"lng":398,"title":210,"desc":399,"hours":402,"price":403,"transport":404,"mapUrl":405,"image":406},"merapi",-7.5407,110.4457,{"id":400,"en":401},"Stratovolcano paling aktif di Indonesia — dan bagi warga Yogyakarta, Merapi bukan ancaman yang ditakuti, melainkan leluhur yang dihormati. Ini adalah perbedaan filosofis yang fundamental. Jeep wisata membawa Anda melewati sisa-sisa desa yang terkubur lahar 2010, museum sisa erupsi, dan lereng yang sudah kembali hijau dalam 15 tahun — ketahanan alam yang luar biasa.","Indonesia's most active stratovolcano — and for Yogyakarta's people, Merapi is not a threat to fear, but an ancestor to respect. This is a fundamental philosophical difference. Jeep tours pass through remnants of villages buried by the 2010 lahar, an eruption museum, and slopes already green again within 15 years — a remarkable natural resilience.","06.00 – 16.00 WIB (jeep tours)","Mulai Rp 350.000 \u002F Jeep (isi 4-5 orang)","Jeep dari Basecamp Kaliurang atau Selo (Boyolali)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.44,-7.545,110.45,-7.535&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fmerapi.jpg",{"id":408,"area":409,"lat":410,"lng":411,"title":412,"desc":413,"hours":354,"price":391,"transport":416,"mapUrl":417,"image":418},"parangtritis","Bantul",-8.0244,110.332,"Pantai Parangtritis",{"id":414,"en":415},"Garis pantai pasir hitam vulkanik yang menjadi kutub selatan sumbu kosmologis Yogyakarta. Ini adalah pantai yang memiliki makna jauh lebih dalam dari panoramanya: di sinilah sumbu filosofis yang dimulai dari puncak Merapi berakhir, di tepi Samudera Hindia yang dalam kepercayaan Jawa diperintah oleh Kanjeng Ratu Kidul. Datanglah sore hari untuk menyaksikan langit dan laut bertemu.","A black volcanic sand coastline serving as the southern pole of Yogyakarta's cosmological axis. This is a beach with far deeper meaning than its scenery: here is where the philosophical axis beginning at Merapi's summit ends, at the edge of the Indian Ocean which in Javanese belief is governed by Kanjeng Ratu Kidul. Come in the late afternoon to watch sky and sea converge.","Bus DAMRI dari Terminal Giwangan (±1 jam)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.31,-8.03,110.33,-8.01&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fparangtritis.jpg",{"id":420,"area":335,"lat":421,"lng":422,"title":228,"desc":423,"hours":426,"price":427,"transport":428,"mapUrl":429,"image":430},"kotagede",-7.8286,110.3956,{"id":424,"en":425},"Di gang-gang sempit yang menolak diaspal, Kotagede menyimpan Masjid Gedhe Mataram (1640) dan makam Panembahan Senopati, pendiri Mataram Islam. Di tangan pengrajin perak yang sudah empat generasi, perhiasan masih dibuat dengan pahat tangan — bukan untuk pembeli yang menginginkan barang cepat, tapi untuk mereka yang mengerti bahwa perak yang dibentuk perlahan memiliki karakter yang berbeda.","In narrow lanes that refuse to be paved, Kotagede holds the Mataram Grand Mosque (1640) and the tomb of Panembahan Senopati, founder of Islamic Mataram. In the hands of four-generation silver craftsmen, jewelry is still made with hand chisels — not for buyers who want quick goods, but for those who understand that slowly-shaped silver has a different character.","Kawasan bebas 24 jam. Masjid & Makam: 09.00–17.00 WIB","Gratis (kawasan) \u002F Rp 3.000 (makam)","TransJogja jalur 4B atau ojek dari pusat kota (±20 menit)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.414,-7.831,110.418,-7.827&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fsejarah\u002Fkotagede.jpg",{"id":432,"area":433,"lat":434,"lng":435,"title":236,"desc":436,"hours":439,"price":440,"transport":441,"mapUrl":442,"image":443},"ullen-sentalu","Sleman (Kaliurang)",-7.5897,110.4255,{"id":437,"en":438},"Museum ini dirancang untuk tidak memberitahu segalanya sekaligus. Dibangun di dalam tebing berbatu Kaliurang, Ullen Sentalu menyimpan koleksi batik, lukisan, dan surat-menyurat dari perempuan bangsawan Mataram yang nama-namanya tidak pernah masuk buku sejarah. Ini adalah sejarah yang diceritakan dari dalam — bukan dari sudut pandang kekuasaan, tapi dari sudut pandang mereka yang merawat budaya dalam diam.","This museum is designed not to reveal everything at once. Built into the rocky hillside of Kaliurang, Ullen Sentalu holds batik collections, paintings, and correspondence from Mataram royal women whose names never made it into history books. This is history told from the inside — not from the perspective of power, but from those who quietly sustained the culture.","09.00 – 16.00 WIB (Tutup Senin, reservasi disarankan)","Rp 50.000 (dengan pemandu wajib)","Taksi \u002F ojek online dari Kaliurang (±10 menit)","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.423,-7.592,110.427,-7.588&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fullen-sentalu.jpg",{"id":445,"area":322,"lat":446,"lng":447,"title":245,"desc":448,"hours":451,"price":391,"transport":452,"mapUrl":453,"image":454},"tebing-breksi",-7.7589,110.5016,{"id":449,"en":450},"Batu putih yang pernah ditambang kini menjadi panggung. Tebing setinggi tiga puluh meter dipahat dengan relief mitologi Jawa oleh seniman lokal antara 2015 dan 2020 — transformasi dari situs industri menjadi destinasi budaya. Malam hari, saat lampu menyala dan pedagang kecil membuka gerai di bawah relief yang bersinar, Tebing Breksi menjadi sesuatu yang tidak ada duanya.","White stone that was once quarried has become a stage. A thirty-meter cliff carved with Javanese mythological reliefs by local artists between 2015 and 2020 — a transformation from industrial site to cultural destination. At night, when lights glow and small vendors open stalls beneath illuminated carvings, Tebing Breksi becomes something that exists nowhere else.","06.00 – 21.00 WIB","10 menit dari Prambanan \u002F ojek dari pusat Sleman","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.499,-7.761,110.503,-7.757&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Ftebing-breksi.jpg",{"id":456,"area":335,"lat":457,"lng":458,"title":253,"desc":459,"hours":390,"price":462,"transport":463,"mapUrl":464,"image":465},"beringharjo",-7.7985,110.3643,{"id":460,"en":461},"Pasar yang berdiri sejak Mataram pertama kali dibangun. Di balik deretan batik dan rempah-rempah yang menumpuk, Beringharjo menyimpan ritme kota yang sesungguhnya — transaksi tawar-menawar dalam Bahasa Jawa halus, perempuan berjarit membawa keranjang anyaman, aroma kemiri dan kunyit yang menempel hingga sore. Ini bukan objek wisata. Ini adalah kota yang sedang bekerja.","A market standing since Mataram was first built. Behind rows of batik and stacked spices, Beringharjo holds the city's true rhythm — negotiations in polished Javanese, women in jarik carrying woven baskets, the scent of kemiri and turmeric that clings to your clothes until afternoon. This is not a tourist attraction. This is a city at work.","Gratis (masuk)","Ujung selatan Jalan Malioboro — berjalan kaki","https:\u002F\u002Fwww.openstreetmap.org\u002Fexport\u002Fembed.html?bbox=110.362,-7.800,110.366,-7.797&layer=mapnik","\u002Fimages\u002Fwisata\u002Fberingharjo.jpg",1781014936482]